PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM OKSALAT

 JURNAL PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II



DISUSUN OLEH :

KHUSNUL KHOTIMAH (A1C118039)

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal., M.Si



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

I. Judul : Pembuatan Senyawa Organik Asam Oksalat

II. Hari/Tanggal : Rabu, 14 Oktober 2020

III. Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah :

  1. Dapat memahami cara pembuatan asam oksalat dengan zat organik yang memiliki berat molekul besar sebagai bahan dasarnya
  2. Dapat memahami reaksi oksidasi dengan menggunakan suatu oksidator kuat
  3. Dapat mengetahui sifat-sifat asam oksalat dengan kegunaannya.

IV. Landasan Teori

    Asam oksalat adalah merupakan asam dikarboksilat yang mempunyai berat molekul rendah, berwujud padat dan warna putih dengan titik leleh 102oC serta berbentuk kristal putih. Asam oksalat akan mengurai menjadi asam formiat dan karbondioksida jika dipanaskan pada suhu diatas 175oC. Di laboratorium asam oksalat biasanya digunakan sebagai larutan standar pada titrasi. Dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai bahan pelarut produk perawatan kebersihan barang detergen dan pembersih lainnya. Asam oksalat dibuat melalui reaksi oksidasi dengan bahan baku gula pasir dan oksidator asam kuat (Tim Penuntun Kimia Organik II, 2020).

    Asam oksalat adalah senyawa kimia yang memiliki rumus molekul H2C2Odengan nama sintesis asam etanodioat. Asam oksalat sendiri adalah bagian dari asam dikarboksilat yang paling sederhana dengan rumus HOOC-COOH. Asam oksalat sendiri sifat asamnya lebih kuat dibandingkn dengan asam asetat. Asam oksalat terbagi menjadi 2 yakni asam oksalat anhidrat dan asam oksalat dihidrat. Sintesis asam oksalat bisa dilakukan melalui reaksi oksidasi sukrosa atau gula pasir dengan asam nitrat (HNO3). Pada saat penambahan sukrosa atau gula pasir kedalam asam nitrat (HNO3) pekat maka akan timbul gas NO(nitro) yang berwarna coklat. Sehingga pada pelaksanaanya harus dilaksanakan dalam lemari asam dikarenakan pada reaksi ini akan terbentuk gas NO(nitro) yang bersifat karsinogenik apabila uapnya terhirup. Kristal asam oksalat akan terbentuk pada suasana dingin, sehingga proses pembuatan asam oksalat ini diatur sedemikian rupa agar kristal asam oksalat dapat terbentuk. Kristal asam oksalat yang terbentuk yakni berwarna kuning muda ( Dian, dkk., 2015).

    Asam oksalat merupakan asam dikarboksilat yang mempunyai berat molekul rendah , berwujud padat serta berbentuk kristal. Asam oksalat dapat mengurai menjadi asam formiat dan karbon dioksida. Asam oksalat dapat disiapkan dilaboratorium dengan proses oksidasi sukrosa menggunakan asam nitrat dengan destilasi azeotrof. 


Asam oksalat anhidrat asam sebagai dua polimorf, disalah satu hidrogen ikatan. Hasil dalam struktur seperti rantai sedangkan pola ikatan hidrogen dalam bentuk lain yang mendefinisikan struktur lembaran. Dikarenakan bahan anhidrat disini bersifat asam serta hidrofolik maka digunakan dalam proses esterifikasi (Achmad, 2006).

    Asam oksalat didalam laboratorium dilakukan dengan mengoksidasi sukrosa menggunakan asam nitrat dengan adamya sejumlah kecil pentoksida vanadium sebagai katalis. Padatan terhidrasi nantinya dapat mengalami dehidrasi dengan panas atau dengan destilasi azeotrof. Kegunaan asam oksalat antara lain yakni sebagai bahan pencampur zat warna dalam industri tekstil dan cat, menetralkan kelebihan alkali pada pencucian dan sebagai bleaching. Asam oksalat pada industri logam dapat dipakai sebagai bahan pelapis yang akan melindungi logam dari kerak, sedangkan dalam pabrik polimer akan dipakai sebagai inisiator (Gusnidar, 2008).

    Asam oksalat terdistribusi secara luas dalam bentuk garam pottasium dan kalsium yang terdapat pada daun, akar dan rhizoma dari berbagai macam tanaman. Ternyata asam oksalat juga terdapat pada air kencing manusia dan hewan dalam bentuk garam kalsium yang merupakan senyawa terbesar dalam ginjal Adapun kelarutan asam oksalat dalam etanol pada suhu 15,6ºC dan etil eter pada suhu 25ºC adalah 23,7 g / 100 gsolvent dan 1,5 g / 100 g solvent. Makanan yang banyak mengandung asam oksalatadalah coklat, kopi, strawberry, kacang dan bayam (Nurbayati, 2010).

    

V. Alat dan Bahan

5.1 Alat

    Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :

  1. Labu dasar datar 750 ml
  2. Corong Buncher
  3. Corong gelas
  4. Gelas piala 500 ml
  5. Kasa, kaki tiga Bunsen
  6. Penangas
  7. Gelas ukur
  8. Thermometer
  9. Pengaduk

5.2 Bahan

Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :

  1. Gula pasir 200gr
  2. Asam Nitrat Pekat 100 ml
  3. Etanol


VI.Prosedur Kerja

Adapun prosedur kerja pada percobaan ini adalah :

  1. Dimasukkan 20gr gula pasir ke dalam labu dasar datar berukuran 750 ml
  2. Ditambahakan dengan 100 ml asam nitrat pekat
  3. Dipanaskan di atas penagas air perlahan-lahan sampai mendidih
  4. Bila sudah timbul uap coklat NO2,Diangkat labu datar.
  5. Dipindahkan ke atas balok kayu untuk melanjutkan reaksi tanpa pemanasan(dibiarkan selama 15 menit)
  6. Dituangkan hasil reaksi kedalam gelas piala 50 ml
  7. Dicuci labu dengan 20ml air dingin dan air cucian.
  8. Dimasukkan ke dalam gelas piala yang lain
  9. Ditambahkan 20 ml asam nitrat pekat
  10. Diuapkan di atas penangas air sehingga volume cairan 20 ml.
  11. Ditambahkan 40 ml air ke dalam larutan yang tinggal 20 ml
  12. Kemudian diuapkan lagi sampai volume tinggal 20 ml
  13. Dinginkan larutan ini dalam air es(kristal asam oksalat segera terbentuk)
  14. Disaring Kristal asam oksalat yang terbentuk ini dengan corong buncher
  15. Kemudian direkristalisasi asam oksalat yang diperoleh dengan melarutkannya dalam air panas
  16. Dinginkan untuk mendapat Kristal yang lebih murni
  17. Disaring, keringkan dan periksa titik lelehnya. Titik leleh asam oksalat murni ……. C (bila belum murni, maka murnikan lagi Kristal asam oksalat ini dengan rekristalisasi kembali dalam air panas).
Video referensi  mengenai sintesis asam oksalat dapat kita lihat pada link dibawah ini :

Permasalahan :
  1. Telah kita ketahui bahwa asam oksalat dapat disiapkan dilaboratorium dengan proses oksidasi sukrosa menggunakan asam nitrat dengan destilasi azeotrof dimana asam nitrat disini bertindak sebagai oksidator. Nah apakah bisa asam nitrat pekat ini digantikan dengan asam kuat pekat lainnya?
  2. Pada reaksi sintesis asam oksalat ini jika dilihat tidak ada zat yang bertindak sebagai katalis. Jadi apakah pada reaksi ini memang tidak menggunakan katalis? dan bagaimana dampaknya jika katalis dipergunakan pada sintesis asam oksalat?
  3. Mengapa penambahan asam nitrat pekat dilakukan perlahan yakni mula mula 100 ml dan dilanjutkan dengan 20 ml?

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya Kelantan (023) akan mencoba menjawab permasalahan no.1

    Pada pembuatan asam oksalat digunakan asam asam nitrat sebagai oksidator, namun jika asam nitrat diganti asam kuat lagi misalnya asam sulfat atau asam kuat lain, maka reaksi tidak berjalan dengan sempurna karena sifat keasaman nya berbeda dengan asam nitrat yang mana asam Oksalat tidak terbentuk atau jika terbentuk kemungkinan sedikit.

    BalasHapus
  3. baiklah saya akan menjawab permasalahan nomor 2 menurut saya pada sintesis asam oksalat itu ada yang menggunakan katalis.seperti yang kita ketahui tujuan dari katalis adalah untuk mempercepat jalannya suatu reaksi,katalis yang bisa digunakan adalah contohnya V2O5 makan jika menggunakan katalis makan reaksi akan berjalan juga.dan ada juga reaksi yang tidak menggunakan katalis hanya dilakukan pemanasan saja mungkin dengan dilakukannya pemanasan sudah cukup untuk bisa membantu berjalannya suatu reaksi.

    BalasHapus
  4. Baiklah saya Nur Khalishah (052) akan mencoba menjawab pertanyaan khusnul ni 3 yakni penambahan asam nitrat pekat dilakukan perlahan yakni mula mula 100 ml dan dilanjutkan dengan 20 ml bertujuan agar gas / asap yang muncul tidak berlebihan dan dapat membahayakan praktikan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL

LAPORAN ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (FLAVONOID)

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT (MINYAK GANDAPURA)