LAPORAN ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (ALKALOID)

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II


DISUSUN OLEH :

KHUSNUL KHOTIMAH (A1C118039)

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal., M.Si



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

VII. Data Pengamatan

No

Pengamatan

Tujuan

Hasil Pengamatan

1.

Ditambahkan 10 gram kopi bubuk pada erlenmeyer

 

 

2.

Ditambahkan 4 gram natrium karbonat

agar natrium karbonat akan bereaksi dengan banyak molekul berbeda di dalam kopi dan membuatnya lebih larut dalam air

Adanya bubuk kopi dan natrium karbonat yang belum tercampur

3.

Ditambahkan 60 ml air suling

Agar bubuk dari kopi dan natrium karbonat larut

Larutan bewarna hitam

4.

Didihkan larutan tersebut di atas gelas arloji/hot plate selama 15 menit, Diaduk secara manual

Kaca arloji bertujuan untuk membantu membatasi kehilangan sedikit air

Larutan tetap bewarna hitam dan terdapat sedikit busa di atasnya

5.

Diaduk secara manual

Untuk menghilangkan busa

Larutan tidak lagi berbusa dan tetap bewarna hitam

6.

Dimatikan hot plate  Setelah 15 menit dan Dibiarkan sebentar

Agar larutan stabil

Larutan tetatp bewarna hitam

7.

Dilakukan filter pada larutan dengan kertas saring dan erlenmeyer

Menggunakan filter kopi agar tersaringnya bubuk kopi dalam larutan

Terdapatnya larutan bewarna hitam dan adanya bubuk kopi basah di atas kertas saring

8.

Digoyangkan erlemeyer sedikit

Agar mempercepat proses filtrasi

 

9.

Ditambahkan air panas

Untuk membilas kertas saring yang masih terdapat bubuk kopi basah

larutan tetap bewarna hitam dan masih ada bubuk kopi basah di atas kertas saring

10

Ditambahkan 100 ml air suling mendidih lalu digoyangkan sedkit

Untuk mempercepat penyaringan

Larutan bewarna hitam dan adanya bubuk kopi di atas kertas saring yang tinggal sedikit

11.

Dibiarkan pada suhu ruangan

Untuk mempercepat penyaringan

Larutan bewarna hitam dan sedikit kental dan bubuk kopi yang telah mengering

12.

Masukan larutan ke corong pemisah, lalu ditambahakn 15 ml diklorometana

Agar kafein akan mudah larut di dalam diklorometana dan akan ditarik dari air

Larutan bewarna hitam

13.

Digoncang corong pisah dengan lembut

Agar tidak terjadinya emulsi

Terdapat 2 lapisan

Lapisan atas : bewarna hitam

Lapisan bawah : bewara bening

14

Diulangi perlakuan No 13 dengan menambahkan 15 ml diklorometana dan kemudian 10 ml diklorometana

 

Terdapat 2 lapisan

Lapisan atas : bewarna hitam

Lapisan bawah : bewara bening

15

Dituangkan ekstrak pelarut organik (larutan bening) ke dalam corong pemisah yang bersih

 

Larutannya keruh

16

Ditambahkan larutan garam jenuh

Agar larutan tidak lagi keruh dan larutan garam digunakan untuk mengikat air dari pelarut organik

Terdapat lapisan bawah : larutan bewarna jernih (diklorometana)

17

Ditambahkan larutan jernih dengan beberapa saringan molekuler, lalu diaduk

Untuk menghilangkan air yang masih ada pada larutan

larutan bewarna bening dengan butir bulat bewarna coklat

18

Kemudiam didiamkan selama 20 menit dan larut an tersebut di masuk kan ke dalam relax kimia yang baru dan bersih

Agar larutan tersebut sedikit larut, dan untuk gelas kimia yang berdih agar hasilnya itu baik dan meminimalisir zat pengotor

Larutan berwarna masih berwarna bening

19

Kemudian dipanaskan diatas hot plate sampai sesuai dengan titik didihnya

Untuk menghilangkan diklorometana dan agar hasil nya itu tidak hagus

Larutannya menjadi sedikit kuning dan tidak terdapat air lagi yg menempel di dasar gelax kimia dimana nanti nya aka Terbentuk sedikit kafein mentah

20

Kemudian masuk kan kafein mentah  tadi kedalam tabung reaksi dan direkristlisasi menggunakan kurang lebih 95% etanol.

Untuk melarutkan kafein

Larutannya kuning dan sedikit Keruh dan sedikit kental

21

Kemudian larutan kental tersebut di masuk kan di saringan vakum dan di tempat kan di freezer selama beberapa menit

Agar terbentuk kristal kafein yang kering

Terbentuk kristal yang berwarna Putin dengan hasil akhir nya adalah 30ml gram
































































VIII. Pembahasan

Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat pada tumbuhan. Alkaloid merupakan hasil dari metabolit sekunder dimana umumnya ditemukan dalam kadar yang kecil dan harus dipisahkan dari campuran senyawa yang rumit yang berasal dari jaringan tumbuhan. Adapun pada percobaan ini dilakukan proses isolasi, dimana isolasi sendiri ialah teknik yang kita gunakan untuk memurnikan senyawa yang diekstraksi.

Nah pada percobaan ini senyawa yang akan diisolasi adalah kopi bubuk sebanyak 10 gram. Selanjutnya yakni kopi bubuk ini ditambahkan 4 gram Na2CO3 yang bertujuan agar natrium karbonat dapat bereaksi dengan molekul berbeda didalam kopi sehingga akan melarutkan kopi dan pada pengamatannya yakni bubuk kopi dan natrium karbonat larut. Setelah itu ditambahkan 60 ml air suling agar bubuk dari kopi ini akan larut dalam natrium karbonat dan pada perlakuan ini diperoleh larutan berwarna hitam.

Setelah itu kita didihkan larutan tadi diatas gelas arloji selama 15 menit dan lakukan pengadukan manual yang mana kaca arloji ini difungsikan untuk membantu membatasi kehilangan sedikit air. Dan pengamatannya yakni larutan tetap berwarna hitam dan adanya sedikit busa diatasnya. Selanjutnya yakni diberikan perlakuan yakni pengadukan secara manual untuk menghilangkan busa dimana perlakuan sebelumnya menghasilkan busa, sehingga dengan dilakukan perlakuan ini membuat larutan tidak lagi berbusa dan tetap berwarna hitam.

Selanjutnya yakni dimatikan hot plate, dan larutan dibiarkan selama 15 menit agar larutannya stabil. Lalu dilakukan filter pada larutan dengan menggunakan kertas saring dan erlenmeyer. Dengan penggunaan filter kopi ini membuat bubuk kopi tersaring sehingga terdapat larutan berwarna hitam dan terdapat bubuk kopi basah diatas kertas saring.

Perlakuan selanjutnya yakni setelah ditambahkan air suling sebanyak 100 ml lalu digoyangkan sedikit guna untuk mempercepat penyaringan. Lalu dibiarkan pada suhu ruangan untuk mempercepat penyaringn dan larutan berwarna hitam dan sedikit kental dan adanya bubuk kopi yang telah mengering. Bubuk kopi ini lalu dimasukkan kedalam corong pemisah dan ditambahkan 15 ml Diklorometana agar kafein semakin mudah larut didalam diklorometana dan dilakukannya goncangan pada corong pisah dengan lembut agar tidak terjadinya emulsi.Nah pada proses ini akhirnya terdapat 2 lapisan yakni lapisan atas yang berwarna hitam dan lapisan bawah yang berwarna bening. Lalu untuk memastikan proses berjalan dengan sempurna, lakukan lagi pengulangan dengan diklorometana tadi dengan penambahan kembali 15 mldiklorometana dan kemudian tambahkan lagi 10 ml diklorometana dan hasil yang didapatkan tetap sama seperti sebelumnya yakni adanya 2 lapisan dimana lapisan atas berwarna hitam dan lapisan bawah berwarna bening.

Setelah itu ekstrak yang sudah melewati proses penyaringan dituangkan keda;am corong pemisah dan ditambahkan garam jenuh. Adapun fungsi dari penambahan garam jenuh yakni agar larutan tidak lagi keruh dan larutan garam ini akan mengikat air dari pelarut organik. Dan terdapatlah larutan jernih pada lapisan bawah yakni diklorometana.Kemudian ditambahkan lagi larutan jernih dengan saringan molekuler untuk menghilangkan air yang masih ada pada larutan sehingga terdapat larutan berwarna bening dengan butir bulat berwarna coklat.

Filtrat tadi didiamkan selama 20 menit setelah itu dimasukkan kedalam relax kimia yang baru dan bersih untuk menjernihkan larutan dan meminimalisir zat pengotor sehingga pada perlakuan ini didapat larutan berwarna namun bening.

Setelah itu dilakukan perlakuan pemanasan menggunakan hot plate untuk menghilangkan diklorometana dan hasil yang didapat tidak hangus. Pada perlakuan ini membuat laruan menjadi sedikit kuning namun tidak ada air lagi yang menempel didasar gelas kimia. Kemudian dimasukkan kafein mentah kedalam tabung reaksi dan direkristalisasi menggunakan kurang lebih 95% etanol sehingga larutannya berwarna kuning dan agak keruh dan sedikit kental. Nah larutan kental ini dimasukkan kedalam saringan vakum dan ditempatkan di freezer agar terbentuk kristal kafein yang kering dan terbentuklah kristal berwarna putih dengan berat kristalnya yakni 30 ml gram.

IX. Pertanyaan Pasca

  1. Apa fungsi dilakukannya penambahan diklorometana secara berulang pada isolasi kafein ini?
  2. Mengapa perlu ditambahkannya garam jenuh?
  3. Apa fungsi penambahan natrium karbonat?

X. Kesimpulan

Adapun kesimpulan pada percobaan ini antara lain :

  1. Kafein adalah salah satu senyawa yang mengandung alkaloid. Alkaloid sendiri ialah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat pada tumbuhan. Alkaloid merupakan hasil dari metabolit sekunder dimana umumnya ditemukan dalam kadar yang kecil dan harus dipisahkan dari campuran senyawa yang rumit yang berasal dari jaringan tumbuhan.
  2. Pada percobaan ini didapatlah kristal kafein kering yang berwarna putih dengan kadar 30ml gram.

XI. Daftar Pustaka

Achmad. 2013. Kimia Organik Bahan Alam. Jakarta : Erlangga.
Martono. 2009. Kimia organik. Jakarta : Pradya Cipta.
Sulasiyah. 2018. Antioxidan From Turmeric Fermentation Product (Cucurma Longa) By Aspargillus Oryzae. Jurnal kimia sains dan Aplikasi, vol 21, no1.e-issn:2597-9914.
Tim Kimia Organik II. 2015. Penuntun Pratikum Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi.
Titis,M. 2013. Isolasi, Identifikasi Dan Uji Aktivitas Senyawa Alkaloid Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Tenore) Steenis). Jurnal Penelitian Kimia Vol.1.no.1.

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Wisliana (A1C118060)

    2. perlu ditambahkan nya larutan garam jenuh ialah Agar larutan tidak lagi keruh dan larutan garam digunakan untuk mengikat air dari pelarut organik .

    BalasHapus
  3. Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 3.
    Menurut saya fungsi penambahan natrium karbonat agar natrium karbonat dapat bereaksi dengan banyak molekul berbeda di dalam kopi dan membuatnya lebih larut dalam air.

    BalasHapus
  4. saya nabilah zahrah (026) akan mencoba menjawab permasalahan No. 1. penambahan diklorometana secara berulang pada isolasi kafein Agar kafein akan mudah larut di dalam diklorometana dan akan ditarik dari air. terima kasih.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL

LAPORAN ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (FLAVONOID)

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT (MINYAK GANDAPURA)