LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT (MINYAK GANDAPURA)

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK III


DISUSUN OLEH :

KHUSNUL KHOTIMAH (A1C118039)

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal., M.Si



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

VII. Data Pengamatan

No

Perlakuan

Tujuan

Pengamatan

1.

20 gr Asam Salisilat + 100 ml Methanol kedalam labu datar bulat yang dilengkapi mantel pemanas

Untuk terjadinya reaksi esterifikasi.

Terdapat larutan berwarna bening

2.

Tambahkan 15 ml H2SO4 pekat (98%) kedalam labu dasar bulat secara perlahan

Digunakan sebagai katalis untuk mempercepat reaksi esterifikasi

Larutan menjadi panas karena metanol mendidih dan terjadi reaksi eksotermik

3.

Dilakukan refluks selama kurang lebih 2 jam dan penambahan metanol berlebih

Penambahan metanol berfungsi ntuk mendorong keseimbangan memproduksi metil salisilat (minyak gandapura).

 

Didapatkan larutan bening

4.

Dimasukkan larutan yang terdapat di dalam labu dasar bulat kedalam corong pemisah

-

Larutan menjadi keruh

5.

Dipisahkan kedua lapisan menggunakan corong pemisah

Untuk melihat adanya 2 lapisan yang terdapat dalam corong pemisah

Adanya 2 lapisan yang terbentuk.

Lapisan Bawah : Metil Salisilat

Lapisan Atas : Air

6.

Penambahan Larutan Natrium Bikarbonat (NaHCO3) Jenuh kedalam corong pemisah sambil di kocok secara konstan disertai ventilasi yang sering

Penambahan NaHCO3 untuk menetralkan metil salisilat dari pengotor

Terdapat larutan metil salisilat sedikit jenuh berwarna kuning keruh

7.

Dipisahkan larutan bagiah bawah yang mengandung metil salisilat

Untuk memisahkan metil salisilat yang terdapat dibagian lapisan bawah

Didapatlah larutan metil salisilat yang sedikit jenuh berwarna kuning keruh dan bau mint yang sangat harum

8.

Dilakukan destilasi sederhana pada suhu mendidih 2000C

Untuk memurnikan metil salisilat dari zat pengotor

Didapatlah 12 ml Metil Salisilat murni (Minyak Gandapura) yang berwarna bening.

VIII. Pembahasan

Pada percobaan ini dilakukan proses sintesis senyawa organik ester metil salisilat (Minyak Gandapura) dimana tujuannya yakni untuk memperoleh minyak gandapura dengan mereaksikan antara asam salisilat dengan metanol absolut serta menambahkan asam sulfat pekat sebagai katalisator. Asam salisilat merupakan salah satu bahan kimia yang cukup tinggi karena dapat digunakan sebagai bahan intermediet dan pembuatan obat-obatan seperti antiseptik dan analgesik. Dan pada percobaan ini kita akan memperoleh minyak gandapura melalui proses refluk.

Pada sintesis minyak gandapura ini, kami menggunakan 20 gr asam salisilat dan metanol yang dimasukkan kedalam labu datar. Pada proses ini, labu datar yang kami pakai dilengkapi juga dengan mantel pemanas. Proses ini merupakan awal dari reaksi esterifikasi. Dan yang perlu kita ketahui juga bahwasanya reaksi esterifikasi berjalan secara reversible.Pada pencampuran ini diperoleh larutan yang berwarna bening.

Proses selanjutnya yakni ditambahkan 15 ml H2SO4 pekat (98%) kedalam labu dasar bulat secara perlahan. Tujuan dilakukan secara perlahan karena kita ketahui asam sulfat pekat bersifat reaktif, maka untuk menghindari adanya uap yang berlebih, dilakukan secara perlahan. Adapun tujuan ditambahkan asam sulfat pekat yakni sebagai katalis dan mempercepat jalannya reaksi esterifikasi. Setelah dicampur, maka larutan menjadi panas karena metanol disini mendidih dan reaksi berjalan secara eksotermik.

Selanjutnya dilanjutkan proses refluks selama kurang lebih 2 jam. Dan sebelumnya ditambahkan metanol berlebih dimana penambahan metanol ini berfungsi untuk mendorong keseimbangan memproduksi metil salisilat (minyak gandapura). Dan setelah dilakukan refluks selama 2 jam, diperoleh larutan berwarna bening. 

Lalu larutan dimasukkan ke corong pemisah dan lama kelamaan larutan berwarna keruh dan terdapat 2 lapisan dimana lapisan atas yakni air dan lapisan bawah yang warnanya lebih keruh yakni ester metil salisilat (gandapura). Sebelum dipisah, maka dilakukan penambahan Larutan Natrium Bikarbonat (NaHCO3) kedalam corong pemisah dengan tujuan untuk menetralkan metil salisilat dari pengotor. Lalu corong pemisah tadi dilakukan pengocokan secara konstan disertai dengan ventilasi yang sering. Dan dikeluarkan metil salisilat dan didapatlah metil salisilat yang sedikit jenuh berwarna kuning.

Setelah metil salisilat yang masih mengandung pengotor dipisahkan, maka untuk memurnikannya dari zat pengotor, dilakukan destilasi sederhana dengan suhu mendidih 200 derajat celcius. Dan proses hasilnya yakni diperoleh 12 ml Metil Salisilat murni (minyak Gandapura) yang berwarna bening.

Lalu dilakukan perhitungan persen rendemen, dan didapatlah hasil persen rendemennya sebanyak 66%.

IX. Pertanyaan Pasca

  1. Seberapa pentingnya lamanya proses refluks pada sintesis minyak gandapura terhadap hasil yg didapat?
  2. Apa fungsi NaHCO3, dan bagaimanakah hasil reaksi jika tidak dilakukan penambahan senyawa ini?
  3. Mengapa saat penambahan asam sulfat pekat kedalam labu dasar bulat dilakukan secara perlahan?

X. Kesimpulan

Kesimpulan dari percobaan ini adalah :

  1. Metil Salisilat dapat diperoleh dari sintesis asam salisilat dengan metanol dengan bantuan katalisator H2SO4 berdasarkan prinsip reaksi esterifikasi
  2. Reaksi ini bersifat reversibel maka untuk mendapatkan hasil yang baik dapat dilakukan dengan cara penambahan pereaksi seperti metanol berlebih
  3. Fungsi penambahan Natrium Bikarbonat jenuh ialah untuk menghilangkan H+ yang berperan sebagai katalis, karena katalis disini boleh bereaksi dengan bahan awalnya untuk mempercepat reaksi namun tidak boleh mempengaruhi reaksi
  4. Secara keseluruhan, sintesis minyak gandapura dari 20 gr asam salisilat direaksikan dengan 100 ml metanol dan ditambahkan katalis H2SO4 sebanyak 15 ml dan penambahan Natrium Bikarbonat Jenuh, didapatkan hasil akhir sebanayak 12 ml dengan persen rendemennya 66%.

XI. Daftar Pustaka

Chang, Raymond.2012. Kimia Dasar I. Jakarta: Erlangga

Priyono, K. 2015. Optimasi Produk Goultherin dari Gandapura dengan Teknologi Mixed. Driying Extraction. Jurnal Teknik Industri. Vol.15.No.2. Fakultas Teknik UNDIP.

Rinda, S. 2015. Sintesis salisilat dari komponen utama minyak Gandapura. Kimia Student Journal. Vol.1. No.1. Malang: Universitas Brawijaya.

Tim Kimia Organik II. 2020. Penuntun Pratikum Kimia Organik II. Jambi: Universitas Jambi.

Wahyu,D. 2016. Uji Analgesik asam 2(-3-klorometil) Benzoiloksi) Benzoat dan Asam 2(-4-Klorometil) Benzoiloksi) Benzoat pada Tikus Jantan dengan Metode Plunaritas. Jurnal Ilmu Dasar. Vol.17. No.1.

Komentar

  1. Saya Zulia Nur Rahma (048) akan menjawab permasalahan no 3
    Menurut saya saat penambahan asam sulfat pekat kedalam labu dasar bulat dilakukan secara perlahan dikarenakan asam sulfat ini memiliki sifat yang eksotermik. Sehingga penambahan asam sulfat ini harus dilakukan perlahan agar metanol tidak mendidih dan tidak memercikkan secara langsung.
    Terimakasih

    BalasHapus
  2. saya Denora Situmorang (056) akan mnecoba menjawab pertanyaan no 1, menurut saya lama nya refluks akan mempengaruhi banyaknya dan kemurnian dari minyak gandapura yang dihasilkan nantinya. terimakasih.

    BalasHapus
  3. Baiklah, saya Wafiqah Alvia A1C118047 akan menjawab permasalahann no. 2
    Penambahan NaHCO3 disini adalah untuk menetralkan metil salisilat dari pengotor. Apabila tidak dilakukan penambahan, maka kemungkinannya bakal ada zat pengotor dan kristal yang didapat tidak murni.
    Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL

LAPORAN ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (FLAVONOID)