LAPORAN UJI ASAM AMINO DAN PROTEIN

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II


DISUSUN OLEH :

KHUSNUL KHOTIMAH (A1C118039)

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal., M.Si



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

VII. Data Pengamatan

PERLAKUAN

TUJUAN

HASIL

1.    Disiapkan 4 tabung.

Tabung 1 = Fenilalanin

Tabung 2 = Alanin Tabung 3 = Susu , Tabung 4 = Albumin

Untuk dilakukan uji biuret

Tabung 1,2,4 = tidak berwarna.

Tabung 3 = putih

2.    Di tetesin dengan biuret

-

3.    Lalu di homogenkan

Agar terbentuknya warna hasil uji biuret

Tabung 1 dan 2= tidak berwarna

Tabung 3 dan 4 = berwarna ungu

4.    Dilakukan pemanasan dengan dimasukan tabung 3 dan 4 ke dalam gelas kimia yang terdapat air yang dipanaskan

Untuk mempercepat laju reaksi

Tabung 3 = berwarna coklat muda

Tabung 4 = berwarna coklat tua bagian atas , berwarna bening bagian bawah

















VIII. Pembahasan

Pada pembahasan kali ini akan dibahas mengenai pengamatan video percobaan tentang uji protein. Protein yang akan diuji disini yakni ada 4 sampel yakni fenilalanin, alanin, susu dan albumin. Percobaan ini dimulai dengan menyiapkan 4 tabung berbeda yang telah dimasukkan 4 sampel berbeda kedalam tabung tersebut. Dan yang berbeda sendiri disini yakni pada tabung 4 yakni albumin, dimana larutan sampel albumin berwarna putih berbeda dengan 3 tabung lainnya yang tidak berwarna. Setelag itu ditetesi dengan biuret dan dihomogenkan. Proses homogen ini berfungsi untuk terbentuknya warna hasil uji biuret ini sendiri, sehingga pada tabung yang berisi fenilalanin dan alanin tidak berwarna atau tidak mengalami perubahan warna. Sedangkan untuk tabung yang berisi susu dan albumin menghasilkan perubahan warna menjadi ungu dimana menandakan kedua senyawa ini positif mengandung protein. Lalu perlakuan selanjutnya dilakukan pemanasan pada susu dan albumin yang positif mengandung protein dimana fungsinya yakni untuk mempercepat laju reaksi sehingga pada tabung yang berisi susu mengalami perubahan warna menjadi tidak berwarna sedangkan pada tabung 4 mengalami perubahan warna menjadi coklat. Sebernarnya pada uji protein menggunakan biuret tidak boleh dilakukan pemanasan dikarenakan pereaksi dari uji biuret ini mengandung CuSO4 yang apabila dilakukan pemanasan maka akan membentuk kristal dan ikatan peptida dari sampel akan rusak sehingga sulit untuk dideteksi.

IX. Pertanyaan Pasca

  1. Mengapa pada uji protein menggunakan biuret tidak boleh dilakukan pemanasan?
  2. Pada 4 sampel yang telah diuji, manakah yang mengandung protein dan jelaskan perubahan warna yang terjadi!
  3. Apakah uji protein menggunakan biuret efektif untuk menentukan protein?

X. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari percobaan ini adalah :

  1. Pada percobaan ini dilakukan uji protein menggunakan biuret dimana prinsip dari pelaksanaan ini yakni zat yang mengandung dua atau lebih ikatan peptida dapat membentuk kompleks berwarna ungu dengan garam Cu dalam larutan alkali. Metode biuret ini merupakan metode yang baik untuk menentukan kandungan larutan protein karena seluruh protein mengandung ikatan peptida.
  2. Dari ke 4 sampel yang digunakan, yang positif mengandung protein yakni susu dan albumin dimana pada uji protein menggunakan biuret mengalami perubahan warna menjadi ungu dikarenakan adanya reduksi Cu 2+ menjadi Cu+
  3. Selain uji biuret terdapat uji lain yakni uji Xantoprotein yakni untuk menguji atau mengidentifikasi senyawa protein dengan perubahan warna jingga atau kuning.

XI. Daftar Pustaka

Bakhtra, 2016. Biokimia Jilid 1. Jakarta: Wedatama Wydia

Kahli, 2009. Kimia Organik Jilid IV. Jakarta: Erlangga

Suprayitno dan Sulistiyati, 2017. Analisis Protein Defesit dan Biji Jinten Hitam. Jurnal Biologi. Vol.9 No.1

Sugiyono, 2014. Profil Protein Susu dan Produk Olahannya. Jurnal PMIPA.Vol.39 No. 2

Tim Penuntun Kimia Organik II, 2020. Penuntun Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi


Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Denora Situmorang (056)
    1. karena dengan dilakukannya pemanasan CuSO4 yang terkandung didalamnya akan mengkristal dan ikatan peptida pada pada sampel akan rusak. terimakasih.

    BalasHapus
  3. 2. Tabung 3 dan 4 adalah tabung yang berisi sampel yang mengandung protein dan terjadi perubahan warna menjadi warna ungu dimana warna ungu menandakan adanya ikatan peptida yang terjadi pada reaksi tersebut .

    BalasHapus
  4. Baiklah saya akan menjawab nomor 3.menurut saya efektif karena yg kita ketahui dari perlakuan nya terasa mudab ubtuk dilakukan dan hasilnya apabila praktikan benar dalam perlakuan maka mudah untuk menentukan hasilnya.terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL

LAPORAN ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (FLAVONOID)

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT (MINYAK GANDAPURA)