LAPORAN UJI KARBOHIDRAT

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK II


DISUSUN OLEH :

KHUSNUL KHOTIMAH (A1C118039)

DOSEN PENGAMPU :

Dr. Drs. Syamsurizal., M.Si



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2020

VII. Data Pengamatan

7.1 Uji Molisch

PERLAKUAN

TUJUAN

PENGAMATAN

Disiapkan 3 buah tabung reaksi yang diisi masing-masing 5 ml larutan sampel

Tabung Reaksi 1 : 5 ml Glukosa

Tabung Reaksi 2 : 5 ml Sukrosa

Tabung Reaksi 3 : 5 ml Pati

Untuk membuat 3 buah sampel yang akan diuji karbohidratnya menggunakan uji molisch

-

Ditambahkan 1 tetes pereaksi Molisch kedalam masing masing 3 tabung reaksi, kemudian kocok secara perlahan

Pereaksi Molisch berfungsi untuk menunjukkan adanya karbohidrat yang terdapat dalam sampel

Tabung Reaksi 1 : Larutan berwarna sedikit keruh

Tabung Reaksi 2 : Larutan berwarna keruh

Tabung Reaksi 3 : Larutan berwarna putih

Ditambahkan 5 ml H2SO4 kedalam masing-masing tabung dengan cara dimiringkan tabungnya dan dilakukan secara perlahan melalui dinding tabung

Penambahan H2SO4 yakni berfungsi sebagai zat penghidrasi untuk menghasilkan aldehida yang akan bereaksi kondensasi dengan 2 molekul fenolik menghasilkan cincin berwarna ungu

Tabung Reaksi 1 (sampel glukosa) : Terdapat cincin ungu sedikit sekali

Tabung Reaksi 2 (sampel sukrosa) : Terdapat cincin ungu yang berwarna agak pudar

Tabung Reaksi 3 (sampel pati) :Terdapat cincin ungu yang berwarna pekat






















7.2 Uji Benedict

PERLAKUAN

TUJUAN

PENGAMATAN

Disiapkan 4 tabung reaksi yang sudah diberi label masing-masing sampel

Pemberian label agar memudahkan peneliti mengamati sampel

-

Dimasukkan 8 tetes masing-masing larutan sampel kedalam 4 tabung reaksi sesuai dengan label yang telah diberi tadi menggunakan pipet tetes

Sampel 1 : Terigu 1%

Sampel 2 : Gula Tropicana Slim 1%

Sampel 3 : Gula Pasir 1 %

Sampel 4 : Madu 1 %

Untuk dilakukannya uji benedict pada 4 sampel yang kita gunakan

-

Ditambahkan 5 ml fraksi benedict kedalam masing-masing tabung reaksi yang sudah berisi bahan yang akan diuji

Larutan benedict digunakan untuk menguji keberadaan gula pereduksi dalam suatu sampel

Warna 4 sampel sebelum dilakukannya pemanasan yakni berwarna biru

Didihkan masing-masing sampel dalam penangas air selama 5 menit

Fungsi pemanasan menggunakan penangas air yakni untuk mempercepat proses reaksi sehingga perubahan warna akan cepat terbentuk

Biarkan sampel menjadi dingin dan amati perubahannya

Untuk mengetahui perubahan warna yang terjadi

Sampel 1 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru)

Sampel 2 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru)

Sampel 3 : Adanya perubahan warna menjadi biru kehijauan

(Positif mengandung Gula Pereduksi)

Sampel 4 : Tidak adanya perubahan warna (tetap biru)

7.3 Uji Iodium

PERLAKUAN

TUJUAN

PENGAMATAN

Disiapkan bahan

1. Singkong rebus

2. Mie instan ditumbuk halus

3. Roti

4. Biskuit yang sudah di tumbuk

5. Selai kelapa

6. Potongan apel

Diteteskan 1-2 tetes betadine kepada masing-masing bahan

Betadine digunakan untuk menguji keberadaan karbohidrat pada masing-masing bahan

Betadine mulai terserap kedalam masing-masing bahan

Didiamkan beberapa saat

Didiamkan agar betadine benar-benar terserap oleh bahan yang di uji

1.      Pada singkong rebus terdapat warna biru tua kehitaman (Positif mengandung Karbohidrat)

2.      Pada mie terdapat warna hitam atau biru kehitaman (Positif mengandung Karbohidrat)

3.      Pada roti terdapat warna hitam (Positif mengandung Karbohidrat)

4.      Pada biskuit terdapat warna hitam (Positif mengandung Karbohidrat)

5.      Pada selai kelapa terdapat warna hitam atau ungu tua (Positif mengandung Karbohidrat)

6.      Pada apel menjadi warna biru tua tetapi hanya sedikit perubahan warna yang terjadi (Positif mengandung Karbohidrat)


VIII. Pembahasan

8.1 Uji Molisch

Pada percobaan ini, dilakukanlah uji molisch pada 3 sampel yang berbeda yakni glukosa, sukrosa dan pati. Hal pertama yang dilakukan yakni menyiapkan 3 buah sampel yang akan diuji karbohidratnya yakni 5 ml glukosa, 5 ml sukrosa dan 5 ml pati dimana ke 3 sampel ini dimasukkan kedalam 3 buah tabung reaksi yang berbeda. Setelah itu ditambahkan 1 tetes pereaksi Molisch kedalam 3 tabung reaksi ini, dilakukan pengocokan. Adapaun penambahan pereaksi molisch ini digunakan untuk menunjukkan adanya kandungan karbohidrat yang terdapat dalam sampel. Hasil pengamatan menunjukkan bahwasanya pada tabung reaksi yang berisi glukosa mulanya berwarna sedikit keruh, dan pada tabung reaksi yang berisi sukrosa memiliki warna keruh dimana lebih keruh dibandingkan pada tabung reaksi pada glukosa, Dan terakhir pada tabung reaksi yang berisi pati menghasilkan warna putih. Selanjutnya setelah ditambahkan pereaksi molisch, dilanjutkan dengan penambahan asam sulfat pekat 5 ml kedalam masing sampel, dimana fungsinya sebagai zat penghidrasi untuk menghasilkan aldehid yang akan bereaksi kondensasi dengan 2 molekul fenolik menghasilkan cincin berwarna. Sehingga hasil akhir menunjukkan pada tabung reaksi berisi glukosa terdapat cincin ungu yang agak sedikit dibandingkan dengan tabung reaksi yang mengansung sukrosa, sedangkan pada tabung reaksi yang mengandung pati menghasilkan cincin ungu yang berwarna pekat.

8.2 Uji Benedict

Pada uji benedict ini disiapkan 4 sampel yang kami lakukan untuk percobaan yakni tepung terigu 1 %, Gula Tropicana slim 1%, Gula Pasir 1% dan Madu 1%. Sampel yang akan diuji disini diambil 8 tetes kedalam tabung reaksi dan ditambahkan 5 ml fraksi benedict kedalam masing masing tabung reaksi yang berisi sampel. Dan fungsi dari fraksi benedict sendiri yakni untuk menguji keberadaan gula pereduksi dalam suatu sampel. Sebelum dilakukan pemanasan, ke 4 sampel berwarna biru. Namun setelah dilakukan pemanasan selama  5 menit dimana fungsinya agar reaksi cepat berlangsung sehingga lebih cepat terbentuknya warna, sehingga setelah 5 menit dan dilakukan pendiaman hingga dingin. Maka dapat kita amati, dari ke 4 sampel yang diuji, pada sampel terigu, tropicana slim dan madu tidak adanya perubahan warna (tetap biru). Sedangkan pada sampel yang mengandung gula pasir, adanya perubahan warna menjadi biru kehijauan yang menandakan bahwasanya sampel tersebut positif mengandung gula pereduksi.

8.3 Uji Iodium

Pada uji iodium disini, sampel yang akan kami uji yakni 6 sampel antara lain singkong rebus, mie instan yang ditumbuk halus, roti, biskuit, selai kelapa dan potongan apel. Nah sampel disini kita teteskan betadine 1-2 tetes. Adapun fungsi dari betadine disini yakni untuk menguji keberadaan karbohidrat pada masing bahan. Dan didiamkan beberapa saat sehingga dapat kita amati bahwasanya semua sampel yang kita uji positif mengandung karbohidrat yang ditunjukkan setelah pendiaman terbentuk warna hitam atau ungu tua pada sampel.

IX. Pertanyaan Pasca

  1. Pada uji iodium, disini yang kami gunakan yang betadine bukan larutan iodium. Apakah perbedaan reagen ini akan mempengaruhi hasil yang didapatkan pada uji iodium ini?
  2. Pada percobaan uji benedict,mengapa hasil menunjukkan bahwasanya hanya gula pasir saja yang mengandung gula pereduksi padahal dapat kita ketahui sampel juga menggunakan gula tropicana slim?
  3. Bagaimana jika padauji molisch, tidak digunakannya larutan asam sulfat pekat?

X. Kesimpulan

Adapun kesimpulan pada percobaan ini antara lain :

  1. Adanya gula pereduksi dapat kita deteksi dengan menggunakan uji molisch, glukosa, fruktosa, dan sukrosa dengan ditetesi menggunakan uji fehling, benedict, iod, basa kuat dan tollens
  2. Karbohidrat merupakan turunan aldehid atau keton dari alkohol polihidroksil atau senyawa turnan sebagai hasil hidrolisis senyawa kompleks.

XI. Daftar Pustaka

Tim Penuntun Kimia Organik II, 2020. Penutun Kimia Organik II. Jambi : Universitas Jambi.

Almatsier, 2018. Kimia Dasar dan Konsep-Konsep inti edisi ketiga jilid 1. Jakarta: Erlangga

Sirajuddin dan Najamuddin, 2011. Proses pembuatan gula invert dan sukrosa dengan menggunakan katalis asam sitrat,asam tartrat dan asam klorida. Jurnal momentum. Vol.11 No.2

Sumardjo, 2019. Kimia Organik Jilid IV.Jakarta : Erlangga

Komentar

  1. 3. saya erma johar akan menjawab no 3. menurut saya , maka tidak akan berhasil pengujian nya. karena asam sulfat menjadi komponen penting dalam uji molish sehingga sangat diperlukan asam sulfat pekat tersebut

    BalasHapus
  2. Wisliana (A1C118060)

    2. dikarenakan antara gula pasir dan gula tropicana slim terdapat perbedaan konsentrasi atau kadar gula yang terkandung didalamnya.

    BalasHapus
  3. Saya Dewi Mariana Elisabeth Lubis (029) ingin menjawab permasalahan no 1
    Menurut saya untuk uji karbohidrat ini penggunaan larutan iodine ataupun Betadine akan sangat berpengaruh pada hasil yang didapat, dimana jika kita menggunakan larutan iodine maka hasilnya kemungkinan akan lebih akurat
    Namun penggunaan Betadine juga tidak masalah karna adanya kandungan iodine didalam nya, dan juga penggunaan Betadine ini lebih mudah dan sering di jumpai di rumah masing-masing jika kita ingin menguji suatu sampel di rumah

    Terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM BENZOAT DAN BENZIL ALKOHOL

LAPORAN ISOLASI SENYAWA BAHAN ALAM (FLAVONOID)

LAPORAN PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ESTER METIL SALISILAT (MINYAK GANDAPURA)