UJI KARBOHIDRAT
JURNAL PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK II

DISUSUN OLEH :
KHUSNUL KHOTIMAH (A1C118039)
DOSEN PENGAMPU :
Dr. Drs. Syamsurizal., M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
I. Judul : Uji Karbohidrat
II. Hari/Tanggal : Jum'at/11 Desember 2020
III. Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
- Dapat mengenal beberapa karbohidrat yang lazim dan sifat fisisnya.
- Dapat mempelajari perbedaan penting sifat fisis dan kimia dari monosakarida, disakarida dan polisakarida
- Dapat menghubungkan reaksi karbohidrat dengan an-nawawi dasar dan gugus fungsinya
- Dapat mempelajari beberapa reaksi karbohidrat yang paling penting dalam metabolisme
IV. Landasan Teori
Karbohidrat didefinisikan secara umum sebagai senyawa dengan rumus molekul Cn(H2O)n. karbohidrat adalah turunan aldehid atau keton dari alkohol polihidroksi atau senyawa turunan sebagai hasil hidrolisis senyawa kompleks. karbohidrat yang dihasilkan oleh tumbuhan merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam akar, batang dan biji sebagai Pati atau amilum. karbohidrat dalam tubuh manusia dan hewan dibentuk dari beberapa asam amino, Persero lemak dan sebagian besar diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Karbohidrat terdiri dari tiga kelompok yaitu monosakarida, oligosakarida dan polisakarida. Monosakarida merupakan senyawa yang paling sederhana. oligosakarida merupakan senyawa yang dihidrolisis menghasilkan 2 sampai 6 gula monosakarida sedangkan polisakarida merupakan monomer monomer yang berasal dari monosakarida. contoh umum dari ketiga kelompok karbohidrat tersebut adalah glukosa dan amilosa. semua monosakarida dan disakarida serta beberapa polisakarida larut dalam air tetapi tidak larut dalam pelarut organik. karbohidrat yang pada hakekatnya adalah polialkohol membentuk ikatan hidrogen dengan air. Sifat kimia karbohidrat berhubungan dengan gugus fungsi yang terdapat pada molekul nya yaitu gugus oh, gugus aldehid dan gugus keton. semua monosakarida kebanyakan dari disakarida mereduksi senyawa pengoksidasi lemah seperti Cu dalam pereaksi fehling. Karbohidrat seperti ini disebut gula pereduksi. Agar dapat berfungsi sebagai gula pereduksi suatu karbohidrat harus mempunyai gugus fungsi sebagai aldehida atau gugus fungsi hemiasetal yang dapat membuka sebagai aldehida. dari ketiga bentuk glukosa hanya bentuk rantai terbuka 6 siklik yang dioksidasi oleh pereaksi fehling (Tim Penuntun Praktikum Kimia Organik II, 2020).
Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber energi utama bagi umat manusia dan hewan yang harganya relatif murah. Karbohidrat yang dihasilkan adalah karbohidrat sederhana glukosa. Di samping itu dihasilkan oksigen (O2) yang lepas di udara. Sebagian besar monosakarida dikenal sebagai heksosa, karena terdiri atas 6-rantai atau cincin karbon. Atom-atom hidrogen dan oksigen terikat pada rantai atau cincin ini secara terpisah atau sebagai gugus hidroksil (OH). Ada tiga jenis heksosa yang penting dalam ilmu gizi, yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga macam monosakarida ini mengandung jenis dan jumlah atom yang sama, yaitu 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen. Perbedaannya hanya terletak pada cara penyusunan atom-atom hidrogen dan oksigen di sekitar atom-atom karbon (Almatsier, 2010).
Karbohidrat merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh manusia, hewan dan tumbuhan di samping lemak dan protein. Senyawa ini dalam jaringan merupakan cadangan makanan atau energi yang disimpan dalam sel. Karbohidrat yang dihasilkan oleh tumbuhan merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam akar, batang, dan biji sebagai pati (amilum). Karbohidrat dalam tubuh manusia dan hewan dibentuk dari beberapa asam amino, gliserol lemak, dan sebagian besar diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (Sirajuddin dan Najamuddin, 2011).
Dalam melakukan fungsinya tubuh memerlukan tenaga atau energi. energi yang diperlukan itu didapat dari energi potensial yaitu energi yang tersimpan dalam bahan-bahan makanan berupa energi kimia dimana energi tersebut akan dilepaskan setelah bahan makanan mengalami proses metabolisme dalam tubuh. di dalam tubuh zat-zat makanan yang mengandung unsur karbon dapat dipergunakan sebagai bahan pembentuk energi yaitu karbohidrat, lemak dan protein. karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama kelompok zat organik yang mempunyai struktur molekul yang berbeda-beda. Meski terdapat persamaan persamaan dari sudut kimia dan fungsinya (Sumardjo, 2009).
V. Alat dan Bahan
5.1 Alat
- Tabung reaksi
- Pipet tetes
- Pipet volume
- Bulb (filter)
- Kompor listrik
- Lampu alkohol atau spiritus
- Pengaduk kaca
- Martar atau lumpang
- Stopwatch
- Gelas kimia 100 dan 200 ml
- Gelas dan termometer
5.2 Bahan
- Glukosa
- Sukrosa
- Selulosa atau Pati
- Asam sulfat pekat
- Asam klorida
- Natrium hidroksida (NaOH)
- Pereaksi molisch
- Pereaksi Benedict
- Larutan iod
- Pereaksi tollens
- Pereaksi fehling
- Pereaksi basa kuat
- Pereaksi iod dan aquades
VI. Prosedur Kerja
6.1 Uji Molisch- Diisi masing-masing tabung reaksi dengan 5 ml larutan gula (glukosa, sukrosa, zat Pati/selulosa dalam air)
- Ditambahkan 1 tetes pereaksi molisch dan dikocok perlahan
- Dimiringkan tabung lalu ditambahkan ke dalam 5 mili asam sulfat pekat dengan hati-hati melalui dinding tabung
- Diperhatikan warna lingkaran yang terbentuk pada batas pertemuan dari dua lapisan cairan dalam tabung
- Dikocok dan diencerkan dengan 5 ml air akan terbentuk warna ungu tua
6.2 Reaksi glukosa
A. Pereaksi fehling
- Dimasukkan 2 ml larutan fehling a dan 2 ml larutan fehling B di dalam tabung reaksi
- Ditambahkan beberapa tetes larutan glukosa lalu dikocok perlahan lahan
- Dimasukkan tabung tersebut ke dalam penangas air lalu diamati dan dicatat perubahan yang terjadi dan ditulis reaksinya
B. Pereaksi Benedict
- Dimasukkan 2 mili pereaksi Benedict ke dalam tabung reaksi
- Ditambahkan beberapa tetes glukosa dan diaduk perlahan
- Dimasukkan tabung ke dalam penangas air lalu diamati dicatat perubahan yang terjadi dan ditulis reaksinya
C. Pereaksi tollens
- Masukan 2 mili pereaksi tollens dan beberapa tetes larutan glukosa ke dalam tabung reaksi
- Dikocok perlahan dan dipanaskan lalu ditulis reaksinya
D. Uji Iod
- Dimasukkan masing-masing sampai glukosa, sukrosa, selulosa sebanyak 5 ml
- Ditambahkan larutan iod sebanyak 5 tetes dan diamati perubahan warna pada larutan
E. Dengan basa kuat
- Dimasukkan 2 ml larutan glukosa 10% dan 0,5 ml NaOH 25% diaduk perlahan
- Dipanaskan dalam air mendidih selama 5 menit dan diperhatikan rupa dan bahu dari zat yang terbentuk dan ditulis reaksinya
F. Reaksi Sukrosa
- Dilarutkan 1,5 gram sukrosa dalam 200 ml air ke dalam tabung reaksi
- Dilakukan seperti percobaan B nomor 1 2 3 dan 4 dengan menggunakan sukrosa sebagai pengganti glukosa
G. Reaksi Laktosa
- Dilarutkan 1,5 gram laktosa dalam 200 ml air.
- Dilakukan seperti percobaan b 1 2 3 dan 4 dengan menggunakan laktosa sebagai pengganti glukosa
6.3 Reaksi Pati
- Digerus menggunakan lumping sebanyak 0,5 gram Pati dengan sedikit air hingga terbentuk pasta dan dipindahkan ke gelas piala
- Ditambahkan air dan dilakukan dekantasi sebanyak 3 kali dengan air sampai cairan di atas endapan menjadi bening dan dikocok perlahan
- Dilakukan percobaan terhadap peti tersebut dengan menggunakan pereaksi fehling, basa kuat dan iod
- Digunakan 2 ml larutan suspensi zat Pati tadi untuk setiap percobaan
- Diamati dan dicatat setiap perubahan yang terjadi pada reaksi yang digunakan
6.4 Reaksi Pati yang dihidrolisis
- Dimasukkan 10 mili larutan Pati sisa percobaan 6.3 pada tabung reaksi dan ditambahkan 1 ml HCl pekat
- Dipanaskan perlahan dengan api kecil lalu diteteskan sedikit cairan pada larutan iodium
- Dipanaskan sampai larutan mendidih sambil setiap menit dilakukan uji warna
- Dilakukan uji ini 5 sampai 6 kali sampai tidak terjadi perubahan warna larutan dan diamati
- Dinetralkan oleh larutan dan dilakukan uji menggunakan pereaksi fehling
PERMASALAHAN
- Mengapa pada Uji Molisch perlu ditambahkannya asam sulfat pekat?
- Warna apa yang akan terbentuk pada uji iod, jika hasil sampel menunjukkan positif?
- Apa perbedaan antara reaksi pati dengan reaksi pati yang dihidrolisis pada percobaan ini?
Wisliana (A1C118060)
BalasHapus1. Uji Molisch perlu ditambahkannya asam sulfat pekat dikarenakan Prinsip percobaan Uji Molish adalah berdasarkan pada reaksi karbohidrat dengan
H2SO4 sehingga terbentuk senyawa hidroksi metil furfural dengan α-naftol akan
membentuk cincin senyawa kompleks berwarna ungu. Reagent yang digunakan adalah pelarut molish dan asam sulfat.
2. saya erma johar akan menjawab no 2. warna yang akan terbentuknya adalah biru kehitaman yang mana itu menandakan positif dari adanya karbohidrat. uji iod ini dapat menggunakan betadine
BalasHapusSaya Dewi Mariana Elisabeth Lubis (029) akan menjawab permasalahan no 3
BalasHapusJadi reaksi Pati dihidrolisis ini ialah lanjutan dari reaksi Pati, yang mana pada reaksi Pati dihidrolisis digunakan sampel bahan sisa dari percobaan reaksi Pati seperti yang di jelaskan pada tahap prosedur kerja di atas
Terimakasih